๐—ฅ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป ๐—”๐—ท๐—ฒ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ถ

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan nama lengkap dari pahlawan perempuan di negara kita, yakni R. A. Kartini. Ia lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. R. A. Kartini bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di masa sekolah inilah beliau belajar Bahasa Belanda. Sayang sekali, R. A. Kartini terpaksa menyudahi masa pendidikannya diumurnya yang masih belia, yakni diumurnya yang kedua belas tahun. Ini dikarenakan ia harus dipingit pada umur ke lima belas tahun. 

Di masa remajanya, ia mulai belajar menulis surat pada teman-teman dari Belanda, salah satunya adalah Rosa Abendanon yang sangat mendukung R. A. Kartini. Dimulai belajar surat-menyurat inilah R. A. Kartini tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa. Beliau mempelajari mengenai hal tersebut melalui surat kabar, majalah hingga dari buku-buku tebal yang kaya informasi. Oleh sebab itulah beliau mulai memiliki keinginan untuk memajukan perempuan Indonesia yang status sosialnya masih rendah kala itu.

Suami dari R. A. Kartini membebaskan dan mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita di timur pintu gerbang perkantoran Rembang, yang saat ini telah menjadi gedung pramuka. Aktivitas surat-menyurat Kartini menjadi senjata perjuangannya. Surat-surat yang ditulisnya lebih banyak berisi keluhan-keluhan tentang kehidupan wanita pribumi khususnya wanita Jawa yang sulit untuk maju. Dalam suratnya ia menyinggung beberapa masalah. Salah satunya seperti kebiasaan wanita harus dipingit, tidak bebas menuntut ilmu, dan juga adat yang mengekang kebebasan perempuan. Kartini menginginkan emansipasi, seorang perempuan harus memperoleh kebebasan dan kesetaraan baik dalam kehidupan maupun di mata hukum. Kartini juga mengungkit isu agama seperti poligami. Bahkan, ada kutipan dari Kartini yang berkata, โ€œAgama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu.โ€

Kartini meninggal pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun. Ia dimakamkan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Meski sudah meninggal, perjuangan Kartini lewat surat-suratnya memiliki arti penting bagi kedudukan wanita Indonesia. Salah satunya, buku โ€œHabis Gelap Terbitlah Terang".

Berkat jasanya, R. A. Kartini ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada era pemerintahan Soekarno dengan dasar hukum Keppres No.108 Tahun 1964 yang ditetapkan pada 2 Mei 1964 dan menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.


Inti dari perjuangan R.A Kartini adalah memperjuangkan kesetaraan hak bagi setiap gender, serta mendukung emansipasi wanita agar dapar berkembang jauh lebih baik dengan semua fasilitas yang ada di Indonesia. Ia ingin agar wanita ridak direndahkan dan wanita bebas untuk mendapatkan ilmu, bebas untuk bermimpi. Maka dari itulah, perjuangan Kartini sangat berarti bagi tiap-tiap wanita di Indonesia. 

Pun saya juga merasa begitu. Saya sangat berterimakasih, karena atas perjuangannya saya bisa menempuh pendidikan yang baik hingga ke jenjang SMP, atau bahkan nantinya akan memasuki jenjang SMA. Berkat usahanya, kita para wanita menjadi bebas untuk menempuh ilmu setinggi dan sebanyak apapun yang kita mau. Namun, kita seringkali bermalas-malasan untuk belajar, bahkan berharap untuk bisa berhenti dari kegiatan sekolah. Kita juga seringkali lupa, bahwa pada masa Kartini, banyak wanita yang ingin bersekolah namun tidak bisa karena keadaan sosial yang tidak mendukung. Oleh karena itu haruslah kita sadar dan merubah pola pikir kita. Kita harus rajin belajar, selalu berusaha untuk mencari ilmu, meluangkan banyak waktu untuk menambah informasi. Hal ini perlu, selain untuk memajukan masa depan kita sendiri, juga sebagai balasan kepada jasa Kartini dan pahlawan lainnya yang sudah memperjuangkan hak yang kita dapatkan sekarang. Kita juga harus berusaha supaya bisa membuat ia bangga. Semoga dengan kata-kata yang banyak kekurangan ini, bisa merubah sikap kita yang malas untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 


Komentar