๐—ช๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ'๐˜€ ๐—•๐—น๐—ผ๐—ฐ๐—ธ

Istilah "writer's block" ini sebenarnya sudah tidak asing lagi di telinga, terutama di telinga kita para pelajar. Kebuntuan menulis, atau yang seringkali kita sebut dengan writerโ€™s block adalah kondisi ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis, atau sulit memukan gagasan untuk melanjutkan tulisannya. Contoh yang paling relevan bagi para pelajar adalah ketika pikiran kita tiba-tiba kosong saat guru memberikan sebuah tugas. Rasanya seperti buntu. Kita sangat bingung, waduh bagaimana ya, cara mengerjakan tugas seperti ini?

Teman kita, Luqita, ternyata pernah mengalami kejadian writerโ€™s block ini. Ia terkena writerโ€™s block pada saat sedang mengerjakan tugas mengarang cerita dari pelajaran Bahasa Indonesia. Saat itu, ia terburu-buru untuk mengerjakan tugasnya. Pada awalnya, idenya mengalir dengan lancar. Ia mengetahui apa yang harus ditulis, mengetahui plot-plot selanjutnya dari gagasan yang sedang ia ketik. Namun, di tengah-tengah penulisan, tiba-tiba dia merasa buntu. Dia menjelaskan, saat itu ia sedang merasakan panik akibat deadline yang semakin dekat.

Selain Luqita, Ismi juga pernah merasakan writerโ€™s block. Saat itu, Ismi sedang mengerjakan penilaian harian untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Pada saat itu, Ismi dalam keadaan yang tidak focus akibat tidur yang tidak cukup. Ia merasa sangat buntu bahkan untuk menjawab soal-soal essay diujian tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada Kalyca, serta Noel.

Setelah membaca berbagai pengalaman yang dialami oleh teman-teman, tentu saja sekarang kita sudah mendapat gambaran. Pastilah, kamu juga pernah merasakan writerโ€™s block setidaknya satu kali. Sekarang, kita jadi bertanya-tanya, apa saja kah penyebab dari writerโ€™s block itu? Setelah mencarinya diberbagai sumber internet, serta menyocokannya dengan pengalaman pribadi, kami akhirnya mampu mendata apa saja hal yang kira-kira menjadi penyebab writerโ€™s block ini 

         1. Mood yang buruk. 

        Terkadang mood yang buruk seringkali mendominasi pikiran kita. Misalnya, kita sedang kesal karena seseorang menumpahkan kopi ke baju kita, kemudian tiba-tiba kita diharuskan untuk menuliskan cerita tentang hal yang bahagia. Pasti kita jadi buntu. Selain itu, dibandingkan memikirkan ide atau gagasan kita jadi justru lebih focus ke hal-hal yang membuat kita kesal tadi. Alhasil kita jadi tidak bisa hasilkan tulisan apapun.

        2. Malas. 


        Rasa malas tidak hanya menyebabkan seluruh kegiatan terhambat, tetapi ide juga. Ketika malas kita cenderung untuk tidak mau melakukan apa apa. Alhasil dibandingkan memikirkan ide, kita justru mencari cara lain untuk menghindarkan diri dari mengerjakan sesuatu. Kita makan, minum, tidur-tiduran. Pada akhirnya kita jadi terdistraksi oleh hal-hal lain.

        3. Stress. 

       Banyak percabangan dalam pikiran tentu saja menghambat ide untuk muncul dari kepala kita. Mau melakukan apa saja rasanya berat, pikiran pun sulit untuk terkontrol dan lebih sering memikirkan banyak masalah. Bagaimana bisa ide keluar bila pikiran kita lebih sibuk memikirkan masalah.

        4. Kurang fokus. 

        Mudahnya terdistraksi membuat pikiran kita jadi menjalar kemana-mana. Ada notif pesan sedikit, langsung dibuka. Ada notif dari sosial media sedikit, langsung dibuka. Dibanding memikirkan ide dan menulis, kita jadi lebih asyik berkelana di internet.

        5. Tidak persiapan. 

        Nah, ini biasanya paling sering dialami oleh penulis, bisa juga pelajar. Penulis seharusnya menulis kerangka idenya untuk memulai sebuah jalan cerita. Bila ide di awal sudah terkumpul, plot sampai akhir sudah ditata dengan baik, peluang untuk terkena writerโ€™s block semakin sedikit. Sama halnya dengan pelajar. Bila pelajar sudah mempersiapkan segala materi pembelajarannya, kita tidak perlu khawatir akan terkena writerโ€™s block.

        6. Kelelahan. 

        Ketika badan sudah lelah, pikiran sudah lelah, pastilah terkena writerโ€™s block. Pikiran pasti lelah, jadi sulit untuk memaksa pikiran memunculkan ide-ide yang baru. Pikiran tidak fresh, kepala yang terasa pusing, mata yang terasa berat. Secara kondisi fisik saja sepertinya sudah tidak memungkinkan untuk menulis. Jadi, tentu saja akan terkena writerโ€™s block.

        7. Tidak mau berkembang

        Berkembang yang saya maksud adalah tidak mau melihat-lihat karya orang lain, tidak mau mencari inspirasi, atau tidak mau mencari ide dari internet. Memang, kita ingin menjadi yang terbaik atau yang terbeda, tetapi ide luar biasa tidak akan muncul bila kita tidak terinspirasi. Kita harus mau membaca buku baru bisa menulis. Kita harus mau melihat lukisan, baru bisa melukis. Jangan sampai karena sikap sombong kita, kita justru merasa lebih baik dari orang lain atau tidak mau mempelajari karya orang lain.

Nah, dari ketujuh penyebab itu, beberapa yang paling menonjol adalah lelah, terdistraksi, atau tidak mau berkembang. Tetapi dari setiap problema, kita pasti bisa menemukan solusi. Berikut adalah beberapa solusi yang bisa membantu kita terlepas dari writerโ€™s block.

            1.  Membaca buku dan browsing sosial media. Buku sangat menambah perbendaharaan kata kita. Buku juga membantu pikiran kita untuk menciptakan suatu alur yang baru secara tidak sengaja. Misalnya ketika kita membaca novel dan kemudian tidak menyukai ending suatu cerita. Bisa saja pikiran kita menimbulkan suatu plot baru yang original dan membentuk suatu ide yang luar biasa.

            2. Berdiskusi. Diskusi dengan orang di sekitar sangat membantu dan menambah wawasan. Kita juga jadi semakin tau banyak tentang sudut pandang orang lain, pengalaman, opini, pemikiran, serta gagasan-gagasan orang lain yang bisa saja mendorong pikiran kita untuk menghasilkan ide yang baru.

            3. Singkirkan distraksi.

            4. Melakukan hal yang menyenangkan. Kadangkala dari pengalaman yang menyenangkan, kita mendapatkan suatu ide yang baru. Misalnya ketika sedang surfing, kita mendapatkan ide tentang bagaimana seorang peselancar bisa berkenalan dan mengalami cerita fantasi dengan sang Dewi Laut. Pikiran yang sedang senang terkadang mendorong kita untuk menghasilkan suatu ide yang baru.

            5. Temukan tempat yang nyaman. 

            6. Beristirahat dengan cukup.

            7. Mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

            Teman teman, inilah definisi, penyebab, dan cara menangani suatu hal yang sering kita sebut dengan writerโ€™s block. Mungkin kita bisa saja menganggap writerโ€™s block sebagai hal yang sepele, tapi percayalah writerโ€™s block bisa saja menghambat pekerjaan kita. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

(Artikel ini dituli oleh Irene Ramadhani, Ismiyatun, Jan Palito Simanjuntak, Kalyca Az Zahra Al Fadi, Luqita Ashila Maharani dan Mariel Noelni C S. Informasi yang tertera di dalam tulisan ini diambil dari berbagai sumber, yakni sebagai berikut

  • https://warungfiksi.net/9-penyebab-writers-block-kenali-dan-hindari/ 
  • https://www.ujwar.com/2017/11/6-penyebab-writer-block-dan-cara.html
  • https://tempo-institute.org/berita/mengatasi-writers-block/
  • https://glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-writers-block/#.YQi8AcgxVPw )

Komentar